Apakah Medical Check Up Perlu Dilakukan Secara Rutin?

Closeup Of A Stethoscope On A White Background Xn6nu49.jpg - mylab.co.id

Melakukan medical check up juga merupakan waktu untuk memeriksa gaya hidup Anda untuk melihat perbaikan apa yang dapat dilakukan. Mengutip dari Betterhealth.gov.vic.au, Medical Check Up mungkin merupakan sesuatu yang Anda lakukan sendiri atau diskusikan dengan tenaga kesehatan.

 

Ketika Anda melakukan Medical Check Up, dokter Anda akan memberitahu Anda mengenai riwayat kesehatan Anda, riwayat penyakit keluarga, serta gaya hidup Anda. Diet Anda, berat badan, seberapa banyak Anda berolahraga, dan apakah Anda merokok dan minum alkohol atau menggunakan obat-obatan terlarang juga akan dibahas.

 

Apa saja yang akan diperiksa saat Medical Check Up?

 

Riwayat kesehatan terkini
Tenaga kesehatan mungkin akan meminta update mengenai adanya perkembangan maupun perubahan dalam riwayat kesehatan Anda yang mungkin termasuk pertanyaan mengenai pekerjaan dan hubungan Anda, obat-obatan, alergi, suplemen, atau operasi baru-baru ini.

 

Pemeriksaan tanda vital
Dalam tahap ini, dokter akan membaca tekanan darah serta memeriksa detak jantung dan laju pernapasan Anda. Tekanan darah perlu diperiksa setidaknya satu tahun sekali sampai tiga tahun sekali tergantung riwayat kesehatan Anda.

 

Visual exam
Dalam tahap ini, dokter akan memeriksa bagian tubuh Anda, seperti kepala, mata, dada, perut, sistem muskuloskeletal, seperti tangan dan pergelangan tangan Anda, dan fungsi sistem saraf, seperti cara Anda berbicara dan berjalan.

 

Pemeriksaan fisik
Dokter akan memeriksa Anda dengan cara menyentuh, atau “meraba,” bagian-bagian tubuh Anda (seperti perut Anda) untuk merasakan ketidaknormala, memeriksa kulit, rambut, dan kuku. Mengutip dari Ciputramedicalcenter.com, dokter mungkin akan memeriksa alat kelamin dan dubur serta menguji fungsi dan refleks motorik Anda.

 

Uji laboratorium
Setelah itu dokter akan mengambil darah untuk beberapa tes laboratorium yang dapat mencakup cek darah dan panel metabolisme lengkap Panel akan menguji plasma darah Anda yang nantinya akan menunjukkan masalah pada organ Anda seperti ginjal, hati, kimia darah, dan sistem kekebalan tubuh.

 

Pemeriksaan laboratorium membantu mendeteksi adanya kejanggalan dalam tubuh Anda yang mungkin akan menimbulkan penyakit yang lebih parah.

 

Pada tahap Medical Check Up ini, dokter mungkin akan melakukan skrining diabetes dan skrining tiroid. Apabila Anda memiliki peningkatan risiko serangan jantung, penyakit jantung, atau stroke, mereka juga dapat melakukan panel lipid (tes kolesterol).

Mencegah lebih baik daripada mengobati, begitu kata pepatah. Untuk itu, mencegah risiko penyakit sedini mungkin perlu dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan rutin alias medical check up. Jika Anda belum pernah melakukan medical check up sebelumnya, berikut rangkaian tes umum yang biasa dilakukan selama medical check up.

 

Apa saja tes pemeriksaan yang dilakukan selama medical check up?

Anda tidak perlu sakit terlebih dulu jika ingin menjalani pemeriksaan fisik ini. Pemeriksaan kesehatan, alias medical check up, adalah serangkaian uji kesehatan rutin yang dilakukan di rumah sakit untuk memeriksa kesehatan tubuh secara keseluruhan dan mengantisipasi risiko penyakit.

 

Tidak ada runutan baku dalam prosedur medical check up. Pada umumnya, rangkaian pemeriksaan akan dimulai dengan mengukur berat dan tinggi badan sesuai indeks masa tubuh (body mass index/BMI). Penting untuk memeriksakan BMI tiap 2 tahun sekali bagi orang berusia di bawah 50 tahun dan setahun sekali untuk usia di atas 50 tahun.

 

Setelah itu sejumlah tes yang berbeda dapat dilakukan selama medical check up, mulai dari cek fungsi jantung dan paru dengan EKG; kesehatan kulit untuk mendeteksi risiko kanker kulit atau penyakit kulit lainnya; THT untuk memeriksa kesehatan Telinga, Hidung dan Tenggorokan; kesehatan mata (risiko glaukoma atau gangguan penglihatan lainnya); kesehatan gigi; kesehatan tulang, hingga respons refleks tubuh dan kekuatan otot.

 

Pemeriksaan fisik tahunan juga mungkin termasuk cek kolesterol, tekanan darah, dan gula darah. Ini karena Anda mungkin saja memiliki kadar yang tinggi dari salah satu (atau, semua) kondisi di atas tanpa pernah menunjukkan satupun tanda atau gejalanya, atau berisiko mengalami penyakit yang terkait seperti diabetes atau hipertensi. Selain itu, tergantung usia atau riwayat kesehatan Anda dan keluarga, dokter dapat merekomendasikan tes medis tambahan.

 

Orang-orang yang berisiko tinggi atau mengidap penyakit tertentu ini seringnya dianjurkan lebih rutin menjalani tes kesehatan daripada orang-orang yang sehat. Tujuan tes kesehatan ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kondisi kesehatan seseorang dan apa saja yang perlu dilakukan untuk mengendalikan risiko kesehatan yang dimiliki. Skrining kesehatan rutin juga memungkinkan dokter dan Anda bekerja sama untuk merencanakan pengobatan untuk menanggulangi kondisi yang Anda miliki sebelum menjadi parah.

 

Apakah semua orang perlu menjalani medical check up tahunan?

Mayoritas tenaga profesional dan ahli kebijakan kesehatan kesehatan berpendapat bahwa kunjungan rutin untuk pemeriksaan kesehatan tahunan adalah kebiasaan yang tidak perlu. Beberapa dari mereka bahkan berpendapat bahwa kebiasaan ini hanyalah buang-buang waktu dan uang untuk kebanyakan orang.

 

Menurut sebuah studi terbitan BMJ Open 2012, pemeriksaan kesehatan tahunan rutin tidak menjamin Anda bisa menghindari kematian, rawat inap, atau janji konsultasi di kemudian hari. Dengan kata lain, rutin check-up ke dokter setahun sekali belum tentu membuat Anda terbebas dari penyakit, atau memperpanjang usia.

 

Pemeriksaan kesehatan yang tak boleh dilewatkan sama sekali

Namun jangan juga terlalu mengabaikan medical check up karena beberapa skrining kesehatan bisa menyelamatkan nyawa. Setidaknya ada tiga pemeriksaan fisik utama yang tidak boleh Anda lewatkan terlepas dari apapun kondisi kesehatan Anda:

  • Mammogram untuk kanker payudara. The American Cancer Society merekomendasikan kebanyakan wanita untuk memulai tes mammogram tahunan dimulai pada usia 45. Sementara perempuan berusia 55 tahun ke atas disarankan untuk skrining per dua tahun sekali.
  • Kolonoskopi atau tes okultisme (feses atau darah) skrining untuk kanker usus besar. Tes ini direkomendasikan dimulai pada usia 50 tahun dan terus secara teratur hingga usia 75 tahun
  • Pap Smear untuk skrining HPV dan kanker serviks direkomendasikan setiap 3 tahun sekali untuk kebanyakan wanita usia 21-29 tahun. Untuk wanita usia 30-65 tahun, pap smear dianjurkan rutin dilakukan tiap 5 tahun sekali.
  • Pemeriksaan testis, penis, dan prostat untuk mendeteksi risiko kanker dan gangguan kesehatan lainnya yang terkait dengan organ-organ ini, misal varikokel, gondongan di testis, pembengkakan prostat, hingga hernia.

 

Jika Anda belum pernah medical check up sama sekali sebelumnya, tentu tidak apa untuk mendaftar guna memiliki gambaran dasar dari kesehatan Anda secara keseluruhan. Jika pada kunjungan medical check up pertama Anda dinyatakan sehat tanpa kecurigaan tertentu seputar kondisi kesehatan apapun, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk kembali check up dalam 3-5 tahun ke depan kecuali timbul masalah di antara waktu ini.

 

Sebaliknya, medical check up tahunan dianjurkan rutin dilakukan setiap tahun atau per dua tahun sekali, jika Anda berusia 50 tahun ke atas dan/atau memiliki kelebihan berat badan, memiliki keturunan diabetes, atau sedang menjalani pengobatan untuk hipertensi atau diabetes.

 

your partner in health
JAM OPERASIONAL KLINIK
Setiap Hari
07.00-20.00

PCR hanya sampai jam 19.00

JAM OPERASIONAL MCU
Setiap Hari

Corporate: 07.00-16.00
Home Care: 07.00-16.00
Walk-in: 07.00-20.00