Jelang Sekolah Tatap Muka, Guru Wajib Test PCR

Semua guru harus menjalani tes PCR sebelum pelaksanaan sekolah tatap muka. Demikian pernyataan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) bidang Ilmu Kesehatan Anak, Soedjatmiko.

Lebih lanjut Soedjatmiko menambahkan, bagi guru yang positif terkontaminasi covid-19 harus dikarantinalebih dulu. Sedangkan guru dan murid yang menderita demam, batuk, pilek, diare, harus berobat dulu, dan istirahat 3 – 5 hari.

Langkah ini, kata Soedjatmiko, sebagai bentuk antisipasi untuk memutus penularan rantai covid-19, dan melengkapi vaksinasi yang sudah dijalani para guru.

Vaksinasi COVID-19 bisa melindungi guru, namun jika terinfeksi COVID-19, terlebih lagi bila jumlah virus Sars-CoV-2-nya banyak, masih bisa menularkan virus Corona kepada para murid.

Yang lebih penting lagi, lanjut Soedjatmiko, syarat utama sekolah tatap muka adalah kasus baru terkonfirmasi COVID-19 dan kematian di wilayah yang bersangkutan harus turun terus menerus selama dua pekan atau lebih. “Lebih baik jika tidak ada kasus baru. Kalau masih fluktuatif tunda dulu,” jelasnya.