PCR, TIDAK ADA PELUANG BUAT CORONA UNTUK LOLOS.

Tidak ada peluang bagi virus corona untuk lolos dari deteksi Polymerase Chain Reaction (PCR). Kerja PCR menargetkan virus di dua titik yang berbeda, yakni rongga hidung dan mulut, akan mampu mengenali virus corona-19 termasuk hasil mutasi.

Ahli biologi Molekuler, Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, menjelaskan, berdasarkan cara kerja yang ada pada PCR, seharusnya PCR masih bisa mengenali varian mutasi virus corona, termasuk B1617 asal India.

Apalagi, Ahmad Rusdan menambahkan, lab PCR di Indonesia biasanya mendeteksi tidak hanya gen S saja, melainkan juga gen RdRP, gen N dan gen ORF1.

Penerima penghargaan American Lung Association (ALA) Senior Research Fellowship (2005-2007) ini menilai, titik mutasi menjadi penting untuk diketahui, karena mutasi itu terjadi di gen S yang bisa mempengaruhi vaksin. Sedangkan gen S jarang ditargetkan untuk tes diagnostik.

Hingga kini penyandang doktoral dari University of Texas Health Science Center at San Antonio, TX, USA ini mengaku belum melihat laporan jurnal ilmiah yang menyatakan, varian yang ada mengalami mutasi menjadi ketiga gen, yakni gen RdRP, gen N dan gen ORF, sehingga masih bisa menangkap varian tersebut namun tidak bisa menamainya varian apa.

“Perlu Next Generation Sequencing (NGS) untuk menamainya,” pungkas ahli Cancer Genetics, Immunology, Molecular Diagnostics ini.