Perbedaan Screening Antigen dan PCR

Pemerintah Indonesia mewajibkan setiap masyarakat yang hendak melakukan perjalanan, menunjukkan surat tes dengan hasil negatif. Antigen dan PCR merupakan metode yang bertujuan untuk menentukan apakah seseorang terpapar Covid-19 atau tidak.

 

ANTIGEN

Screening Antigen adalah tes diagnostik cepat Covid-19 yang dilakukan untuk mendeteksi keberadaan antigen atau benda asing, seperti virus yang masuk ke dalam tubuh. Antigen akan terdeteksi ketika virus aktif bereplikasi. Antigen cocok dilakukan ketika orang baru saja terinfeksi.

Sebelum antibodi muncul untuk melawan virus yang masuk ke tubuh, ada peran antigen yang bertugas mempelajarinya. Antigen membutuhkan sampel lendir dari dalam hidung atau tenggorokan. Lamanya hasil tes ini membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

 

PCR (Polymerase Chain Reaction)

Screening PCR adalah metode untuk mendeteksi adanya pola genetik, atau DNA dan RNA dari suatu sel, kuman, atau virus, termasuk virus Corona yang menjadi penyebab Covid-19. Tes ini merupakan rekomendasi yang dibuat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tes Swab PCR digunakan untuk mendeteksi penyakit dengan cara mencari jejak materi genetik virus pada sampel yang dikumpulkan. Sampelnya sendiri berasal dari lendir di dalam hidung atau tenggorokan.

Hasil dari tes Swab PCR membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding dua tes lainnya, yaitu setidaknya 1 sampai 2 hari setelah sampel diterima di laboratorium.