Sebaiknya gunakan tes PCR, bukan GeNose

Gelombang arus mudik terus saja terjadi. Meski pemerintah telah memberlakukan larangan mudik, antusiasme masyarakat untuk berhari raya di kampung halaman tak terbendung. Pulang mudik seperti menjadi ritual tahunan yang sudah melekat dalam kehidupan masyarakat.

Melihat kenyataan itu, Ketua Pokja Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Dr. dr. Erlina Burhan Sp. P  (K), mengimbau kepala pelaku mudik melakukan pemeriksaan atau tes corona terlebih dahulu. Erlina menegaskan, tes corona dilakukan bukan dengan GeNose.

“GeNose hanya screening, bukan untuk diagnosis. Jadi saya kira GeNose negatif belum tentu bukan COVID-19 ya. Jadi kalau saran saya minimal pemeriksaan rapid antigen.” kata dr Erlina.

Namun, jika pelaku perjalanan memiliki gejala Corona, dr. Erlina menyarankan, sebaiknya menggunakan tes PCR. Sebab menurutnya, tes  PCR lebih baik daripada antigen.

Lebih daripada itu, demi mencegah penularan covid-19, sebaiknya perlu ada ketegasan pemerintah. Erlina menyarankan, pemerintah harus mampu memaksa pelaku larangan mudik melakukan karantina selama 14 hari.