Varian Baru Covid-19 Cuma Ganti Baju, PCR Tetap Efektif

Munculnya berbagai Varian baru hasil mutasi covid-19 kini mencemaskan dunia. Pasalnya, varian-varian ini memiliki tingkat penyebaran yang terbilang tinggi, yakni 71%. Meski begitu, varian baru ini masih bisa dideteksi.

Menurut Ahli biologi molekuler, Ahmad Rusdan Handoyo, ada dua cara yang bisa digunakan untuk mendeteksi varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang ditemukan di Inggris. Kedua metode itu yakni Reverse Transcription-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dan Next-Generation Sequencing (NGS), dan diklaim memiliki kecepatan yang berbeda dalam mendeteksi virus.

Ahmad menambahkan RT-PRC menjadi efektif mendeteksi corona hasil mutasi jika menggunakan primer khusus. Proses identifikasi dengan RT-PCR hanya membutuhkan waktu sekitar 4 jam. Sayangnya, Ahmad menambahkan, kit RT-PCR yang digunakan di Indonesia tidak menggunakan primer tersebut.

Pendapat senada juga disampaikan Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia ( IDI), Zubairi Djoerban. Menurut Zubairi, test swab PCR tetap bisa mendeteksi virus Covid-19 varian baru di dalam tubuh manusia. Caranya, tes PCR bisa mendeteksi tiga bagian virus corona, seperti kepala, badan, dan kaki. Mutasi Covid-19 ini hanya mengubah salah satu dari bagian virus, sehingga dua bagian lainnya masih bisa terdeteksi oleh PCR.

“Sekarang virusnya ganti baju, tapi kepala dan kakinya bisa terdeteksi PCR, jadi tidak perlu terlalu khawatir untuk diagnosis,” kata Zubairi

Meski dikabarkan memiliki tingkat penularan yang tinggi, kata Zubairi, pihaknya optimis vaksinasi Covid-19 yang  dilakukan di Indonesia 2021 dapat menangkal berbagai virus corona jenis baru. Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban mengatakan test swab PCR tetap bisa mendeteksi virus Covid-19 varian baru di dalam tubuh manusia.